Unik, Masak Gulai Sapadeh Kerbau Tradisi Masyarakat Selagan Raya Sambut Ramadan

  • Bagikan

Mukomukomangimbau.com – Unik, warga Selagan Raya beramai-ramai masak gulai asam pedas atau asam padeh atau dikenal sapadeh daging kerbau.

Tradisi ini terus dijalankan oleh masyarakat Kecamatan Selagan Raya sejak nenek moyang dulu dan bertahan hingga sekarang.

Pada hari Kamis, 27 Februari 2025, warga Selagan Raya kembali menjalankan tradisi tersebut. Secara gotong royong warga menyembelih kerbau, mengolah daging, memasak gulai dan makan bersama.

Zikri, warga Sungai Ipuh , Kecamatan Selagan Raya kepada media ini menuturkan, secara swadaya warga mengumpulkan uang untuk menjalankan tradisi tersebut.

“Kerbau dibeli dari uang swadaya masyarakat. Kemudian disembelih bersama, dibersihkan dan makan bersama. Tradisi ini dalam rangka menyambut Ramadhan,” ungkap Zikri.

Zikri mengatakan, tradisi ini merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang masyarakat Selagan Raya terdahulu.

“Sejak saya kecil tradisi masa gulai sapadeh ini sudah ada. Saya tanya sama orang tua, katanya memang dari dulu, dari zaman nenek moyang dulu,” katanya.

Cara memasak daging kerbau dalam tradisi ini juga terbilang unik. Daging kerbau biasanya dimasak jadi rendang, gulai santan, dendeng, tapi dalam tradisi ini dimasak asam pedas (sepadeh).

“Daging kerbau, dimasak dengan menu sapadeh, tidak menggunakan santan kelapa, tetapi menggunakan air biasa, kemudian diadukan bumbu rempah-rempah yang lengkap,” jelas Zikri.

Adanya tradisi ini semakin mempererat kekompakan masyarakat Selagan Raya. Sehingga, kekompakan antar warga masih terjaga dalam menjalankan aktivitas sosial masyarakat.

“Saya merasa bersyukur, kekompakan masyarakat Selagan Raya hingga kini masih terjaga dalam urusan apapun,” demikian Zikri.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page